Putusan MK dan Yurisprudensi: Ketika Hakim Mengubah Arah Hukum di Indonesia
Putusan MK dan Yurisprudensi: Ketika Hakim Mengubah Arah Hukum di Indonesia
Peran Strategis Putusan Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi punya kewenangan penting, salah satunya mengadili pengujian undang-undang terhadap UUD 1945. Artinya, MK berperan sebagai penjaga konstitusi (guardian of the constitution).
Dalam banyak kasus, putusan MK bukan hanya menyatakan suatu pasal konstitusional atau inkonstitusional, tapi juga menciptakan norma baru melalui putusan bersyarat (conditionally constitutional atau conditionally unconstitutional). Di titik ini, MK sering dianggap sebagai negative legislator yang pengaruhnya sangat terasa.
Contoh Putusan MK yang Berpengaruh
Putusan ini mengubah paradigma lama hukum perdata yang sebelumnya sangat formalistik. Di sini terlihat jelas bahwa MK tidak hanya membaca teks undang-undang, tetapi juga mempertimbangkan nilai keadilan, perlindungan anak, dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Yurisprudensi: Hukum yang Lahir dari Praktik Peradilan
Berbeda dengan putusan MK yang langsung mengikat secara nasional, yurisprudensi adalah putusan pengadilan yang diikuti secara konsisten oleh hakim dalam perkara sejenis. Walau Indonesia menganut sistem civil law, yurisprudensi tetap punya peran penting dalam praktik.
Yurisprudensi biasanya muncul ketika:
-
Undang-undang tidak jelas atau multitafsir
-
Terjadi kekosongan hukum
-
Hakim perlu menemukan hukum (rechtsvinding)
Contoh Yurisprudensi yang Populer
Salah satu contoh klasik adalah yurisprudensi Mahkamah Agung terkait perbuatan melawan hukum (PMH) yang tidak lagi dibatasi hanya pada pelanggaran undang-undang, tetapi juga mencakup:
-
Pelanggaran kepatutan
-
Pelanggaran kesusilaan
-
Pelanggaran prinsip kehati-hatian
Pendekatan ini membuat hukum perdata menjadi lebih fleksibel dan berorientasi pada keadilan substantif, bukan sekadar bunyi pasal.
Mengapa Putusan MK dan Yurisprudensi Penting untuk Dipahami?
Bagi praktisi hukum, mahasiswa, maupun masyarakat umum, memahami putusan MK dan yurisprudensi itu penting karena:
-
Menjadi rujukan dalam praktik hukum
-
Mencerminkan arah perkembangan hukum nasional
-
Membantu memahami hukum secara kontekstual, bukan sekadar normatif
-
Memberi kepastian dan keadilan dalam kasus-kasus serupa
Dengan kata lain, hukum tidak berhenti di undang-undang, tapi terus “bergerak” lewat putusan hakim.
Sumber & Referensi
-
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
-
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (sebagaimana telah diubah)
-
Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010
-
Putusan-putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Yurisprudensi Tetap)
-
Mertokusumo, Sudikno. Penemuan Hukum.
-
Website resmi Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung RI
Diskusi